BEKASI, Media Pena98 – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dimanfaatkan Forum Batak Intelektual (FBI) Kota Bekasi untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPC FBI Kota Bekasi, Mangatur Aritonang, usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (1/6/2026).
Menurut Mangatur, organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penguat persatuan bangsa sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
"Ormas itu bukan hanya sekadar kumpulan. FBI Kota Bekasi hadir sebagai jembatan aspirasi rakyat kepada pemerintah, sekaligus menjadi penguat nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi antarsuku. Khususnya kami masyarakat Batak di Kota Bekasi, wajib menjadi contoh warga yang cinta NKRI," ujar Mangatur.
Ia menjelaskan, FBI Kota Bekasi selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan politik, diskusi publik, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran FBI dalam upacara tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendukung penguatan ideologi Pancasila.
Dalam kegiatan tersebut, FBI Kota Bekasi diwakili langsung oleh Ketua DPC Mangatur Aritonang bersama Bendahara Nababan, Pantas Sudirman Nainggolan selaku Bidang Pemerintahan, serta sejumlah pengurus lainnya.
Sementara itu, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran Pemerintah Kota Bekasi, serta berbagai organisasi kemasyarakatan yang diundang sebagai representasi partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam amanatnya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan atau hafalan semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Menurutnya, nilai persatuan, keadilan sosial, dan musyawarah harus menjadi landasan seluruh elemen bangsa dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Kehadiran berbagai organisasi masyarakat dalam upacara tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan nasional. Usai kegiatan, perwakilan FBI Kota Bekasi turut berfoto bersama unsur Forkopimda sebagai simbol sinergi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, FBI Kota Bekasi menegaskan bahwa organisasi masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunitas, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga toleransi, serta merawat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pantas sudirman nainggolan








