BEKASI BARAT, Media Pena98 – Warga di sekitar proyek rehabilitasi SDN Kranji V, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku khawatir dengan kondisi pengerjaan proyek yang dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja (K3). Proyek senilai Rp1.389.770.000,00 yang bersumber dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2026 itu disebut berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Kekhawatiran warga muncul karena area pembangunan yang berada tepat di samping gang permukiman hanya menggunakan perancah bambu tanpa dilengkapi jaring pengaman. Dari pantauan Media Pena98, bagian lantai dua bangunan terlihat terbuka tanpa pelindung yang memadai untuk mengantisipasi jatuhnya material proyek.
“Ini tidak pakai pengaman jaring. Bagaimana kalau kena warga? Bisa bahaya,” kata Ketua RT setempat saat ditemui di lokasi proyek.
Tidak hanya itu, sejumlah pekerja juga tampak bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek maupun sepatu safety. Kondisi tersebut memicu pertanyaan warga terkait pengawasan pelaksanaan proyek yang seharusnya menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat.
Sorotan lain juga tertuju pada papan informasi proyek yang dinilai tidak layak. Papan proyek hanya berupa cetakan pada bahan plastik tebal yang dipasang menggunakan bambu, sehingga dianggap kurang mencerminkan keterbukaan informasi proyek pemerintah.
Berdasarkan informasi yang tertera, proyek tersebut merupakan kegiatan Belanja Modal Konstruksi Rehabilitasi Sedang/Berat SDN Kranji V dengan pelaksana CV. Tiga Saudara Mandiri Anugerah dan masa pengerjaan selama 180 hari kalender.
Dalam aturan Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, penyedia jasa diwajibkan menjamin keselamatan pekerja serta lingkungan sekitar proyek. Minimnya penerapan K3 di lokasi pembangunan tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak CV. Tiga Saudara Mandiri Anugerah maupun Dinas Pendidikan Kota Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi proyek yang dikeluhkan warga.
Pantas sudirman Nainggolan






