Bekasi, Media Pena98 — Penanganan darurat langsung difokuskan pada evakuasi ratusan penumpang usai insiden operasional kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, Minggu malam (26/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh unsur di lapangan bergerak cepat untuk mengevakuasi penumpang dan awak sarana, sekaligus memberikan penanganan medis kepada korban dengan prioritas utama keselamatan. Berdasarkan informasi sementara, insiden tersebut mengakibatkan sekitar tiga orang meninggal dunia serta ratusan penumpang mengalami luka-luka.
Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah keselamatan dan penanganan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.
Insiden ini turut berdampak pada perjalanan kereta api di lintas tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga penumpang. KAI menyatakan terus melakukan koordinasi intensif dengan petugas gabungan guna mempercepat proses evakuasi serta normalisasi operasional.
Perusahaan juga berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan situasi di lokasi kejadian. Masyarakat dan pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan korban masih terus berlangsung di lokasi.
( Mula Pakpahan )

