Notification

×

Iklan

Iklan

DUGAAN KETIDAKSESUAIAN DATA DANA BOS SMPN 13 TAMBUN SELATAN DISOROT

| November 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-02T11:32:57Z


   KABUPATEN BEKASI, Media PENA98— Dugaan ketidaksesuaian pencatatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 13 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan. Berdasarkan data anggaran tahun 2025 yang dihimpun, terdapat perbedaan antara nominal dana yang tercatat diterima dan total rincian alokasi pada masing-masing tahap pencairan.


Pada tahap pertama, dana tercatat sebesar Rp399.600.000, sedangkan total rincian alokasi mencapai Rp374.665.549. Dengan demikian, terdapat selisih Rp24.934.451 yang memerlukan penjelasan resmi.


Sementara pada tahap kedua, penerimaan tercatat sebesar Rp386.570.205, tetapi total rincian alokasi mencapai Rp403.072.368. Artinya, rincian alokasi lebih besar Rp16.502.163 daripada nominal penerimaan yang dicantumkan.


Secara keseluruhan, penerimaan kedua tahap tercatat Rp786.170.205, sedangkan total rincian alokasi mencapai Rp777.737.917. Selisih bersih sebesar Rp8.432.288 ini tidak serta-merta menjelaskan perbedaan pada setiap tahap. Karena itu, pencocokan data per tahap tetap diperlukan.


Dugaan ketidaksesuaian administrasi ini perlu ditelusuri. Apakah perbedaan tersebut disebabkan kekeliruan pencatatan, perbedaan periode pembukuan, atau komponen anggaran yang belum tercantum? Hingga dokumen resmi diperiksa dan pihak sekolah memberikan penjelasan, penyebabnya belum dapat dipastikan. Belum ada dasar untuk menyimpulkan terjadinya penyalahgunaan dana.


Sorotan juga tertuju pada alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang mencapai Rp231.009.000 untuk dua tahap tahun 2025. Besarnya alokasi tersebut perlu diuji melalui dokumen realisasi, bukti transaksi, rincian pekerjaan, serta kondisi fisik fasilitas sekolah.


Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi didorong melakukan verifikasi terhadap data penerimaan dan penggunaan Dana BOS SMP Negeri 13 Tambun Selatan. Pihak sekolah juga perlu memberikan klarifikasi terbuka agar dugaan ketidaksesuaian tersebut memperoleh penjelasan berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.


Hingga berita ini disusun, klarifikasi pihak sekolah belum diperoleh. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan serta kode etik jurnalistik.

Boston Nainggolan 

×
Berita Terbaru Update