BEKASI — Upaya penanganan sedimentasi dan pengerukan saluran air di kawasan Bangli menjadi perhatian dalam diskusi antara Paguyuban Kota Harapan Indah dan jajaran pemerintah daerah. Meski pengerjaan pengerukan di wilayah Kota Bekasi dinilai sudah berjalan baik dan kondisinya mulai tertata, diperlukan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi, Bobiho, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), dapat memberikan dukungan terhadap kelanjutan program pengerukan. Menurutnya, penanganan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi agar hasilnya lebih optimal.
Diskusi tersebut juga membahas pentingnya koordinasi antarpemerintah daerah, mengingat persoalan aliran air dan sedimentasi tidak selalu berhenti pada batas administratif wilayah.
Perwakilan Paguyuban Kota Harapan Indah, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan unsur organisasi, turut menyampaikan aspirasi serta harapan agar program pengerukan mendapat perhatian serius dan dukungan lintas pemerintahan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pena 98 Bekasi Raya, Richal Hutahaean; Sekretaris Jenderal Paguyuban Kota Harapan Indah, Gatot DP; Ketua PAC Gerindra Tarumajaya, Agung; kreator konten, Tera; serta anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari PDI Perjuangan, Gunawan.
Dalam kesempatan itu, Bapak Haris menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna menindaklanjuti aspirasi dan kebutuhan penanganan pengerukan dari hulu hingga hilir.
Selain membahas persoalan infrastruktur dan lingkungan, pertemuan tersebut juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Wakil Wali Kota Bekasi, Bobiho, turut ditunjuk dan menyatakan kesediaannya menjadi pelindung Paguyuban Kota Harapan Indah.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, paguyuban, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat dalam mendorong penanganan persoalan lingkungan secara berkelanjutan.
Masyarakat berharap koordinasi yang telah dibangun tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah konkret, sehingga pengerukan dan normalisasi saluran air dari hulu hingga hilir benar-benar terlaksana demi mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah Bekasi.
Boston Nainggolan


