KOTA BEKASI, PENA98 — Musyawarah Kota (Mukota) ke-VI Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi resmi menetapkan Qadar Ruslan Siregar sebagai Ketua KADIN Kota Bekasi periode 2026-2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Mukota yang digelar di Hotel Santika Mega City Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Dalam agenda organisasi tersebut, Ruslan juga dipercaya sebagai Ketua Formatur untuk menyusun struktur kepengurusan baru bersama empat anggota formatur lainnya. Penyerahan pataka KADIN menjadi simbol estafet kepemimpinan baru di tubuh organisasi pengusaha terbesar di Kota Bekasi itu.
Ketua Organizing Committee (OC) Mukota ke-VI, Aji Ali Sabana, mengatakan pelaksanaan Mukota merupakan amanat organisasi menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode 2021-2026. Ia menjelaskan, proses penjaringan calon ketua telah dilakukan sejak Februari hingga April 2026 dan hanya menghasilkan satu nama kandidat.
“Setelah melalui tahapan pendaftaran sejak 23 Februari sampai 21 April 2026, hanya ada satu bakal calon yang mendaftar. Selanjutnya diputuskan melalui mekanisme persidangan organisasi,” ujar Aji.
Menurutnya, Mukota kali ini tidak hanya fokus pada pergantian kepemimpinan, namun juga menjadi momentum merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak langsung terhadap dunia usaha di daerah.
Aji menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik internasional yang mempengaruhi rantai pasok, harga komoditas, hingga daya tahan industri dan pelaku usaha lokal. Situasi tersebut, kata dia, membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kondisi dunia usaha sedang tidak mudah. Karena itu KADIN harus hadir dengan strategi yang mampu menjaga keberlangsungan pelaku usaha, termasuk memperjuangkan insentif fiskal, kemudahan regulasi, dan perizinan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha guna menjaga stabilitas ekonomi Kota Bekasi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe yang membuka kegiatan Mukota mengapresiasi soliditas para pelaku usaha yang tergabung dalam KADIN Kota Bekasi. Menurutnya, persatuan dunia usaha menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah.
“Kami mengapresiasi semangat kebersamaan para pengusaha. Ini menjadi modal penting untuk membangun sinergi nyata antara Pemerintah Kota Bekasi dan KADIN,” ujar Harris.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi siap membuka ruang kolaborasi dengan kepengurusan baru KADIN guna menyusun program pembangunan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kami ingin pembangunan Kota Bekasi ke depan melibatkan seluruh unsur, termasuk pelaku usaha. Kolaborasi harus diwujudkan dalam program konkret yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, KADIN Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi wadah yang lebih inklusif bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari sektor UMKM hingga industri besar, sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Boston Nainggolan


