Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Siswa SD di Cakung Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

| Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T14:25:46Z


  Jakarta, Media Pena98 – Ratusan siswa Sekolah Dasar di wilayah Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Para siswa dari SD 01, SD 02, dan SD 03 Ujung Menteng mendadak mengalami mual, muntah, dan lemas setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah. Situasi sempat membuat panik pihak sekolah maupun orang tua murid karena banyaknya siswa yang harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Korban langsung dibawa ke Puskesmas Cakung Timur dan sejumlah rumah sakit terdekat untuk menjalani penanganan. Beberapa rumah sakit yang menerima pasien di antaranya RS Resti, RS Sukapura, RS Firdaus, RS Pondok Kopi, RS Pekerja, RS Harapan Bekasi, serta RS Ananda.

Data sementara menyebutkan, dari SD 01 terdapat 69 siswa dan 6 guru menjalani perawatan di Puskesmas Cakung Timur. Selain itu, sebanyak 81 siswa lainnya dirawat di sejumlah klinik dan rumah sakit terdekat.

Sementara di SD 02, tercatat 73 siswa dan 1 guru mengalami gejala serupa. Sedangkan dari SD 03, sebanyak 77 siswa dilaporkan dirujuk ke RS Harapan Bekasi dan RS Ananda.

Pihak tenaga medis dari Kelurahan Ujung Menteng dan Puskesmas setempat masih terus melakukan pemantauan kondisi para korban. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini memicu perhatian masyarakat terkait pengawasan kualitas makanan dalam program MBG. Sejumlah warga berharap pemerintah melakukan evaluasi ketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami berharap pemerintah lebih tegas dalam pengawasan menu MBG. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas,” ujar salah seorang warga.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar sekolah. Namun insiden ini menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan ratusan siswa dalam satu wilayah sekolah.

    Mula pakpahan
×
Berita Terbaru Update