Notification

×

Iklan

Iklan

BSI, Bank Bulion Pertama RI, Catat Penjualan Emas Lewat BYOND di Atas 2,1 Ton Akhir 2025

| Februari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-03T03:57:10Z


   Jakarta – Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai salah satu pelaku bank bulion pertama di Indonesia bersama Pegadaian, mencatat pencapaian mengesankan di bisnis emasnya. Hingga akhir tahun 2025, total penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI telah melampaui angka 2,1 ton, dengan basis nasabah yang terus mengalami perluasan signifikan.
 
BSI resmi beroperasi sebagai bank bulion setelah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal Februari 2025, dan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Sejak peluncuran, layanan emas syariah ini langsung menarik minat masyarakat luas.
 
Data menunjukkan bahwa hingga 30 September 2025, jumlah nasabah rekening emas BSI sudah melampaui 200 ribu orang, tumbuh hampir dua kali lipat secara year to date (YTD). Pada Oktober 2025 saja, penjualan emas BSI mencapai 1.451 kilogram atau naik 264% secara year on year (YoY), dengan pertumbuhan jumlah rekening emas sebesar 182% YoY.
 
Produk emas yang ditawarkan melalui aplikasi BYOND meliputi BSI Emas untuk tabungan digital mulai dari Rp50 ribu (setara 0,02 gram), Cicil Emas BSI Gold dengan sertifikasi SNI yang sesuai prinsip syariah, serta fasilitas gadai emas. BSI juga telah menghadirkan inovasi BSI ATM Emas yang memungkinkan pencetakan emas secara langsung, dan tengah menguatkan sinergi dengan Pegadaian Syariah untuk memperluas jangkauan layanan.
 
Kepala Divisi Bisnis Emas BSI menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin menerima konsep investasi emas secara digital dan syariah. "Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur serta meningkatkan literasi masyarakat tentang investasi emas, guna menjadikan BSI sebagai platform emas syariah terdepan di Indonesia dan mendukung masuknya emas masyarakat ke dalam sistem keuangan formal," ujarnya.
 
Bisnis emas BSI diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan akses investasi yang aman dan terjangkau, tetapi juga berkontribusi pada optimalisasi potensi pasar emas nasional serta ketahanan ekonomi negara.
      (Jaelani) 
 
×
Berita Terbaru Update