Notification

×

Iklan

Iklan

PARNASIB SE-JABOTABEK GELAR KONSOLIDASI RAJA PARHATA, PERKUAT REGENERASI DAN PELESTARIAN ADAT BATAK NAINGGOLAN

| Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T02:54:30Z






   JAKARTA TIMUR, PENA 98 – Upaya menjaga kelestarian adat dan memperkuat regenerasi pemangku adat Batak Nainggolan terus dilakukan. Hal tersebut tercermin dalam rapat konsolidasi Raja Parhata bersama calon Raja Parhata yang digelar di Aula Merah Putih, Jakarta Timur, Sabtu (11/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti tujuh Raja Parhata senior, delapan calon Raja Parhata, serta jajaran pengurus Parnasib Se-Jabotabek. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman adat sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang mampu menjalankan peran Raja Parhata secara tepat dalam berbagai kegiatan adat.

Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Parnasib Se-Jabotabek, Englis Nainggolan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya regenerasi Raja Parhata sebagai bagian dari upaya menjaga marwah, nilai-nilai, dan keberlangsungan adat Batak Nainggolan di perantauan.

Menurutnya, keberlanjutan adat tidak cukup hanya mengandalkan para tokoh senior. Diperlukan generasi penerus yang memiliki kemauan belajar, memahami tata cara adat, serta bersedia terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan adat di tengah masyarakat.

Arahan berikutnya disampaikan oleh Penasehat Parnasib, Lancar Nainggolan. Ia memberikan motivasi dan wejangan mengenai tanggung jawab seorang Parhata, termasuk pentingnya memahami aturan, tata krama, serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pelaksanaan adat Batak Nainggolan.

Sekjen Parnasib Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Penerus

Perhatian peserta juga tertuju pada sambutan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Parnasib Se-Jabotabek, Asro Nainggolan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun semangat belajar, kebersamaan, dan keterlibatan aktif para calon Raja Parhata dalam proses pembinaan adat.

Kehadiran generasi muda dalam proses regenerasi dinilai menjadi salah satu faktor penting agar pengetahuan adat tidak terputus di tengah perubahan zaman. Pembinaan yang terarah diharapkan dapat mendorong para calon Raja Parhata memahami bukan hanya teori, tetapi juga penerapan adat dalam praktik kehidupan masyarakat.

Apresiasi terhadap peran Asro juga disampaikan salah seorang Raja Parhata yang hadir.

“Salut untuk Sekjen Asro Nainggolan. Ia masih muda dan memiliki pemahaman adat yang baik. Kami berharap generasi seperti beliau dapat terus mendorong regenerasi dan menjaga keberlangsungan adat Batak Nainggolan,” ujar salah seorang Raja Parhata.

Delapan Calon Raja Parhata Dipersiapkan Melalui Praktik Langsung

Setelah penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Adat, St. UTM Nainggolan. Doa dipanjatkan agar seluruh calon Raja Parhata diberikan kesehatan, kesungguhan, dan semangat dalam mempelajari serta mendalami adat.

Suasana kekeluargaan kemudian terasa saat delapan calon Raja Parhata memperkenalkan diri satu per satu. Sesi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, mempererat hubungan antarpeserta, dan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam proses pembinaan.

Agenda utama dilanjutkan dengan pemberian arahan oleh tujuh Raja Parhata senior. Mereka menyampaikan pesan agar seluruh calon mengikuti proses pembelajaran dengan serius, menjaga kedisiplinan, dan aktif menghadiri setiap pesta adat Batak Nainggolan.

Keterlibatan langsung dalam pesta adat dinilai penting karena calon Raja Parhata perlu menyaksikan dan memahami bagaimana tata cara, urutan acara, serta penyampaian petuah adat diterapkan dalam situasi nyata.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Parnasib Se-Jabotabek juga merencanakan simulasi praktik Raja Parhata. Melalui kegiatan ini, para calon diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih konkret sehingga mampu memahami tanggung jawab dan tata pelaksanaan adat secara bertahap.

Regenerasi Menjadi Kunci Keberlanjutan Adat

Rapat konsolidasi berakhir pada pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama. Para peserta menunjukkan kebersamaan melalui pose acungan jempol sebagai simbol semangat dan komitmen dalam proses pembinaan calon Raja Parhata.

Pertemuan tersebut menegaskan bahwa pelestarian adat membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pengurus organisasi, tokoh adat senior, hingga generasi muda yang tengah dipersiapkan.

Ke depan, konsistensi pembinaan, kehadiran dalam kegiatan adat, serta pelaksanaan simulasi praktik diharapkan menjadi langkah nyata Parnasib Se-Jabotabek dalam menyiapkan Raja Parhata yang memahami adat, menjunjung nilai kekeluargaan, dan mampu meneruskan tradisi Batak Nainggolan kepada generasi berikutnya.

Pantas Sudirman Nainggolan 

×
Berita Terbaru Update