Bekasi – SMK Bina Prestasi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 11 siswi resmi diterima mengikuti program magang kerja di Jepang, dengan penempatan di wilayah Saitama dan Sapporo melalui kerja sama bersama Horenso Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen SMK Bina Prestasi dalam mencetak lulusan vokasi yang memiliki kompetensi, disiplin, serta siap bersaing di dunia kerja internasional.
Para siswi yang dinyatakan lolos program magang tersebut adalah Intan Nur Khotijah, Yasmeen Erina Putri, Siti Nur Khotimah, Shirah Mutmainah, Tasya Meutia Zahra, Aulya Rahmah, Khesa Putri Salsabila, Devina Nur Anastasya, Siska Puspita Sari, dan Nadiya Mutiarahman, serta Anista Ridho Ekariyani sebagai peserta yang turut diberangkatkan dalam program tersebut.
Program magang ke Jepang tidak hanya memberikan kesempatan bekerja di perusahaan mitra, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa, budaya kerja, dan etos profesional yang menjadi standar industri Jepang.
Kepala SMK Bina Prestasi, Maulana, S.E., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para siswi yang berhasil lolos seleksi.
“Alhamdulillah, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi seluruh guru dalam membimbing mereka. Kami ingin membuktikan bahwa lulusan SMK mampu memiliki daya saing global dan siap bekerja secara profesional di tingkat internasasional.”
Maulana menambahkan bahwa sekolah akan terus memperluas kemitraan dengan dunia industri, termasuk perusahaan dan lembaga penyalur resmi di Jepang, sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan berkarier di luar negeri.
“Kami berharap para siswi dapat menjaga nama baik Indonesia dan SMK Bina Prestasi, bekerja dengan disiplin, serta kembali membawa pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.”
Keberangkatan para siswi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SMK Bina Prestasi untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan, dan penguasaan bahasa asing demi meraih peluang kerja di kancah internasional.
Polman Manalu

