KOTA BEKASI, Media Pena 98 – sekaligus Ketua Paguyuban Warga Kota Harapan Indah, H. Supono, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang telah menerima audiensi masyarakat dan merespons secara positif berbagai keluhan warga terkait persoalan banjir yang selama ini terjadi di kawasan Kota Harapan Indah dan sekitarnya.
Menurut H. Supono, audiensi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Bekasi tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat karena pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang telah lama menjadi perhatian warga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bekasi yang telah menerima kami dengan sangat baik dan memberikan respons positif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Kami melihat adanya komitmen yang kuat dari pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah dalam penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan warga," ujar H. Supono.
Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan segera melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya penertiban bangunan liar yang berada di bantaran sungai, normalisasi saluran air dan kali, pengerukan sedimentasi lumpur, serta koordinasi lintas wilayah dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi guna menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
H. Supono menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Kota Harapan Indah dan sekitarnya disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Selain tingginya curah hujan, terdapat persoalan lingkungan yang memerlukan perhatian bersama.
"Pada prinsipnya, banjir tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke kali sehingga saluran tersumbat. Selain itu, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan, kondisi jembatan yang tidak terawat, pintu air yang kurang mendapat perhatian, tingginya curah hujan, serta keberadaan hunian liar di sepanjang bantaran sungai menjadi faktor yang turut memperparah kondisi banjir," jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan bangunan liar di sepanjang Kali Irigasi, Kali Kapuk, dan Kali Baru menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani karena berpotensi menghambat aliran air dan mempersempit badan sungai.
Untuk itu, Paguyuban Warga Kota Harapan Indah terus mendorong sinergi antara pemerintah, pengembang, tokoh masyarakat, serta warga dalam mewujudkan penanganan banjir yang efektif dan berkelanjutan.
"Kami melalui paguyuban mengajak seluruh Ketua RT, Ketua RW, Forum RW, pengembang, dan masyarakat untuk bersama-sama menangani persoalan banjir. Ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikerjakan secara gotong royong," katanya.
Dalam audiensi tersebut, pihaknya juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Pemerintah Kota Bekasi, antara lain penertiban hunian liar di bantaran sungai, normalisasi kali melalui pengerukan lumpur, peninggian jembatan yang menjadi hambatan aliran air, serta perawatan pintu-pintu air agar dapat berfungsi secara optimal saat musim hujan.
Menurut H. Supono, langkah-langkah yang akan segera dilakukan Pemerintah Kota Bekasi merupakan kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya tindakan nyata dalam mengatasi banjir.
"Kami menyambut baik komitmen Bapak Wali Kota yang akan segera melakukan berbagai langkah penanganan. Mudah-mudahan apa yang diupayakan bersama ini dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan dan ke depan masyarakat Kota Harapan Indah dapat menikmati lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari banjir," pungkasnya.
( Boston Nainggolan )

