Notification

×

Iklan

Iklan

7 Pelajar Pelaku Kerusuhan Jakarta Timur Jalani Pembinaan Bela Negara di Sentul

| September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T01:44:24Z


   JAKARTA — Sebanyak tujuh pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK yang disebut terlibat dalam kerusuhan di wilayah Jakarta Timur mengikuti program pembinaan bela negara sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan karakter generasi muda.

Penyerahan tujuh pelajar tersebut dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026), sebelum mereka diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan pembinaan di Standby Force TNI/Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari berbagai unsur terkait, termasuk TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta keluarga atau orang tua para pelajar.

Program pembinaan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai Sabtu, 5 September hingga 14 September 2026, dengan menggunakan pakaian seragam yang telah ditentukan panitia.

Dalam kegiatan penyerahan tersebut hadir sejumlah unsur, di antaranya Pasiter Kodim 0505, Kapten Inf Sukir, yang bertindak sebagai pihak yang dituakan dalam kegiatan.

Selain itu turut hadir Kanit Intelkam Polsek Cakung AKP Wahyu W., SH, Panit Intelkam Polsek Cakung Iptu Sukoco, Bhabinkamtibmas Pulogebang Aiptu Asep, serta Babinsa Pulogebang Sertu Harjanto dan Serda Bambang.

Dari unsur pemerintah juga hadir perwakilan Dinas Sosial, Erti Manurung, serta perwakilan Dinas Pendidikan, Bapak Teguh. Sejumlah keluarga dan orang tua dari para pelajar turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran orang tua dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, mengingat keberhasilan pembentukan karakter anak tidak hanya bergantung pada lingkungan pendidikan dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga.

Kegiatan pembinaan bela negara tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan yang menitikberatkan pada pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Para pelajar akan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan selama berada di lingkungan Standby Force TNI/PMPP TNI Sentul.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memperoleh pengalaman positif sekaligus memahami pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Pendekatan pembinaan seperti ini juga diharapkan mampu menjadi momentum evaluasi bagi para pelajar agar tidak kembali terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Berdasarkan mekanisme kegiatan yang telah ditetapkan, proses dimulai pada pukul 07.30 WIB, dengan penjemputan para pelajar dari rumah masing-masing.

Selanjutnya, pada pukul 08.00 WIB, para pelajar berkumpul di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Kemudian pada pukul 08.30 WIB, dilaksanakan pengarahan yang disampaikan oleh Pasiter Kodim 0505 Kapten Inf Sukir, selaku pihak yang dituakan dalam kegiatan tersebut.

Setelah pengarahan, sekitar pukul 08.50 WIB, tujuh pelajar dari wilayah Jakarta Timur diberangkatkan menuju Dinas Pendidikan di Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk bergabung dengan peserta lainnya dari wilayah DKI Jakarta.

Dari lokasi tersebut, seluruh peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Standby Force TNI/Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung hingga 14 September 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi para pelajar untuk melakukan introspeksi, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan tanggung jawab sosial.

Bagi keluarga, program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari proses pendampingan agar para pelajar dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan bermasyarakat dengan sikap yang lebih positif dan bertanggung jawab.

Mula pakpahan 

×
Berita Terbaru Update