KOTA BEKASI,Pena98 — Peringatan Hari Kartini 2026 di Kota Bekasi tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menegaskan bahwa semangat emansipasi perempuan harus diwujudkan dalam langkah nyata yang terukur dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara langsung di ruang kerja Ketua DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairul Anwar, Kalimalang, Selasa (21/04/2026).
Menurut Sardi, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak boleh berhenti pada simbol dan peringatan formal semata. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan harus diimplementasikan dalam kebijakan yang berpihak serta membuka ruang yang adil bagi perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Sardi menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini kerap terjebak pada kegiatan simbolik tanpa diikuti perubahan nyata.
“Jangan sampai Kartini hanya dikenang setiap tahun, tapi nilai perjuangannya tidak kita jalankan. Emansipasi itu harus hadir dalam kebijakan dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai, kesetaraan gender hari ini harus diterjemahkan dalam bentuk akses yang sama terhadap pendidikan, pekerjaan, hingga ruang pengambilan keputusan.
Lebih jauh, Sardi mendorong agar perempuan di Kota Bekasi tidak ragu mengambil peran di ruang-ruang strategis. Menurutnya, perempuan memiliki kapasitas besar dalam mendorong perubahan sosial dan pembangunan daerah.
“Perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap. Mereka harus diberi ruang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan perempuan dalam struktur pemerintahan maupun sektor publik menjadi indikator penting dalam mewujudkan kesetaraan yang sesungguhnya.
Dalam momentum ini, Sardi juga mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang ramah perempuan dan inklusif.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari sejauh mana seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, mendapatkan ruang yang setara.
Sardi menegaskan bahwa tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu, semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian.
“Kartini hari ini adalah perempuan yang berani, mandiri, dan mampu bersaing. Kita semua punya tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan itu,” pungkasnya.
(Boston)

